Sutan Bhatoegana (F-PD) : TIDAK ADA LAGI PANDANGAN FRAKSI SAAT PENGESAHAN RUU

01-10-2009 / LAIN-LAIN

Politisi dari partai Demokrat, Sutan Bhatoegana mengungkapkan akan banyak  perubahan mendasar pada Tata Tertib (Tatib) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2009-2014.

            Salah satu perubahan dimaksud, kata dia, akan menyikapi supaya tidak terjadi kebosanan dalam Sidang Paripurna, terutama saat pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU), tidak perlu ada sesi pembacaan pandangan Fraksi. lagi 

”Cukup Ketua Komisi atau Ketua Pansus saja dengan Pemerintah yang menyampaikan, lalu diputuskan, setuju. Tidak perlu semua fraksi menyampaikan pandangannya. Karena semua permasalahan sudah dibahas tuntas dalam Komisi atau Pansus, dan hasilnya sudah disetujui,” tegas Sutan usai pelantikan anggota MPR/ DPR/ DPD, Gd Nusantara Senayan, Kamis (1/10).

”Kita harapkan jika sudah diputuskan di Komisi atau di Pansus, tidak perlu lagi ada yang berpidato di sidang paripurna. Paripurna itukan hanya seremonial saja,” katanya menambahkan

Selain itu, masalah kehadiran juga masih akan dibahas. Ia berpendapat, tingkat kehadiran tetap minimal harus ada korumnya. ”Korum itu penting, bisa diukur dari kehadiran pisik maupun jumlah tanda-tangan. Tapi lebih bagus kalau tanda tangan beserta orangnya ada,” tandasnya

Terkait adanya wacana penambahan jumlah Komisi menjadi 15 Komisi dan 6 Badan di DPR yang dikemukakan Ketua Pansus perubahan Tata Tertib (Tatib) Darul Siska beberapa hari lalu, Sutan justru mempertanyakan landasan perubahan tersebut

”Apa alasannya sehingga harus diubah sebanyak itu,” tanyanya

Menurut Sutan, dengan 11 Komisi saja para Menteri sudah sangat sibuk memenuhi panggilan rapat kerja di DPR. Sehingga dapat dibayangkan jika nantinya menjadi 15 Komisi.

”Para Menteri kapan kerjanya, hanya muter-muter saja rapat di DPR. Kalau sekarang, 11 Komisi masih ada jedah karena bergantian,” kata Sutan

Politisi yang lelucon ini, mengatakan dirinya masih akan tetap berkiprah di Komisi bidang energi, mengingat Anggota DPR periode 2009-2014 banyak yang masih benar-benar baru, sehingga ia merasa khawatir jika dilepas spenuhnya. ”Masih perlu waktu. Bertahap, ” katanya

Namun Sutan optimis kepada 70persen Anggota yang baru, jika diberikan bahan yang baik, mulai dari langkah yang baik, insyaallah akan menjadi baik hasilnya.

”Insyaallah, saya optimis. Mudah-mudahan lebih baik dari yang lalu,” ujarnya.

Sutan menyadari periode lalu, kinerja dibidang legislasi masih banyak yang kebobolan, hanya 60 persen yang mampu diselesaikan. Karena itu ia berharap periode sekarang akan lebih produktif dengan menambah hari untuk pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU), begitupun dibidang pengawasan akan semakin ditingkatkan. (sw/da)

 

 

 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
F-PD DPR Kawal Penanganan Covid-19
13-07-2020 / LAIN-LAIN
Ketua Fraksi Partai Demokrat (F-PD) DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menegaskan bahwa F-PD DPR RI akan terus mengawal kebijakan penanganan...
Waspadai Konflik di LCS, Pemerintah Diminta Tingkatkan Kekuatan Diplomasi
10-07-2020 / LAIN-LAIN
Pemerintah dinilai perlu mewaspadai ketegangan di wilayah perairan Laut China Selatan (LCS) yang meningkat akhir-akhir ini. Tidak menutup kemungkinan, terjadinya...
Terjadi Problem Mendasar Jika Persentase ‘Parliamentary Threshold’ Dinaikkan
07-07-2020 / LAIN-LAIN
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Arwani Thomafi menyampaikan bahwa keberadaan Undang-Undang Pemilu memang harus selalu di-update ataupun direvisi pada...
‘Parliamentary Threshold’ Diharapkan Tetap 4 Persen
07-07-2020 / LAIN-LAIN
Regulasi Pemilu sedang dibahas Komisi II DPR RI. Ada banyak klaster masalah yang mengemuka, salah satunya adalah parliamentary threshold (ambang...