Pemilihan Ketua DPD Alot, Pelantikan MPR ditunda

02-10-2009 / LAIN-LAIN

Akibat pemilihan Ketua DPD yang berlangsung alot, pelantikan MPR harus ditunda pada pagi hari Jumat 2 Oktober, pukul 10.00 WIB. Pemilihan pimpinan DPD di Gedung Nusantara V, diwarnai hujan interupsi dan perdebatan terhadap hak suara 4 orang anggota DPD asal Papua Barat. karena menurut informasi Sekjen DPD Siti Nurbaya, Keputusan Presiden terhadap penetapan 4 anggota DPD tersebut belum ditandatangani oleh Presiden. sehingga hak suara anggota DPD asal Papua tersebut hilang.

Bahkan ada sejumlah anggota DPD mengusulkan rapat di skor dan ditunda sampai adanya kejelasan terhadap 4 orang anggota tersebut. "Tolong pimpinan, pemilihan ditunda. Ini hak mereka juga," ujar anggota DPD asal Maluku, Jhon Pieris menginterupsi sidang di rapat paripurna DPD di Gedung DPR, Jakarta, Kamis malam. (1/9)
 

Sementara AM Fatwa mengatakan, Sekjen DPD dapat menggunakan teknologi guna mempercepat penandatanganannya atau segera menghubungi Sekab untuk menjelaskan soal ini.
 

perdebatan yang tidak kunjung usai, akhirnya Pimpinan DPD Sementara Percha Leanpuri mempersilahkan ahli hukum yang juga merupakan anggota DPD dari NTB Prof. Farouk Muhammad menilai pemilihan bisa diteruskan karena keempat anggota DPD asal Papua itu ikut prosesi pengambilan sumpah anggota DPD tadi pagi. Dan keempatnya juga hadir dalam pelantikan anggota.
 

Sekjen DPD RI Siti Nurbaya menjelaskan,sesuai peraturan yang berlaku, Pimpinan DPD harus sudah terbentuk sebelum pukul 24.00. dan saat cara pelantikan sudah terdapat Pimpinan DPR dan DPD. 
 

Sidang kemudian di skor 5 menit untuk menenangkan para peserta sidang yang terus menerus melakukan interupsi, Ketua sidang mempersilahkan beberapa orang untuk maju kedepan ruang pimpinan sidang guna menyamakan persepsi bersama Sekjen DPD RI Siti Nurbaya.
 

seusai dicabutnya skorsing oleh pimpinan sidang, anggota DPD dari Aceh Achmad Farhan Hamid menegaskan, ini jangan sampai dilihat persoalan hukum saja tetapi adanya unsur politis dimana hak suara wakil dari Papua yang mewakili 2 juta penduduk Papua tidak dapat tersalurkan.
  

Interupsi akhirnya mereda, kemudian Pimpinan Sidang Percha Leanpuri mengetuk palu dan meminta persetujuan anggota DPD agar sidang dilanjutkan kembali dengan agenda pemilihan Pimpinan DPD. Pemilihan DPD dilakukan melalui 3 tahap seleksi.calon-calon yang ada mewakili gugus kepulauan di Indonesia, seperti Indonesia Barat, timur dan tengah. pada kesempatan tersebut, telah terkumpul 15 nama calon pimpinan kemudian, nama-nama tersebut disaring hingga menjadi 11 nama, mengerucut menjadi 3 nama hingga didapat 1 orang pimpinan DPD definitif.

Irman terpilih jadi Ketua DPD
Pada proses tahap I, terlihat Irman Gusman yang mewakili Gugus dari Pulau Sumatera memiliki kans besar menduduki posisi Ketua DPD RI dengan 104 suara, berturut-turut, Laode Ida dari gugus Pulau Sulawesi (73 suara), GKR Kiemas (72 suara), Sutan B. Najamudin (62 suara), AM Fatwa (55 suara). 

Akhirnya melalui proses tahap III yang berlangsung alot selama hampir 6 jam, pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2009-2014 terbentuk melalui proses penghitungan suara yang berlangsung hingga pukul 2.00 WIB dini hari, Jumat (2/9).  

Irman unggul dengan 81 suara mengalahkan senator asal Sulawesi Tengah, Laode Ida dengan 46 suara, dan abstain 4 suara. Tercatat 131 anggota DPD memberikan suaranya, dan hanya 1 yang absen dalam penilihan.

Sebenarnya, ada 3 nama yang menjadi calon Ketua DPD, yakni Irman Gusman, Laode Ida, dan GKR Hemas. Namun, GKR Hemas sebelum pemilihan dimulai telah menyatakan mundur dari perebutan kursi ketua DPD.  Senator DIY itu merasa cukup jadi wakil ketua saja.

Selanjutnya, hanya Irman dan Laode Ida yang bertarung memperebutkan kursi Ketua DPD. Usai dinyatakan sebagai ketua DPD, Irman langsung dikerubuti anggota DPD lainnya yang memberikan ucapan selamat.  (si)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Saleh Partaonan Daulay Soroti Lambannya Serapan Anggaran Kemenkes
02-07-2020 / LAIN-LAIN
Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mengapresiasi peringatan terkait lambannya penyerapan anggaran di bidang kesehatan yang disampaikan Presiden...
Jazuli Juwaini Harap Kemarahan Presiden Ada Tindak Lanjutnya
02-07-2020 / LAIN-LAIN
Anggota Komisi I DPR RI sekaligus Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini berharap ada tindak lanjut atas kekesalan atau kemarahan Presiden...
Reshuffle Kabinet Hak Prerogatif Presiden
02-07-2020 / LAIN-LAIN
Beredar luasnya video tentang kemarahan Presiden Joko Widodo kepada menteri-menteri di dalam kabinetnya mengundang berbagai pertanyaan dan prediksi di kalangan...
Pilkada saat Pandemi, Protokol Kesehatan Harus Detail
30-06-2020 / LAIN-LAIN
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena percaya bahwa banyak diskusi-diskusi terkait pandemi Covid-19, berada pada perspektif...