Anggota DPR RI

PROFIL ANGGOTA
DR. SAIFUL BAHRI RURAY, SH, MSi
No.Anggota
321
Fraksi
Fraksi Partai Golongan Karya
Daerah Pemilihan
MALUKU UTARA
MEDIA SOSIAL
KALENDER
  • Agenda Acara

Rapat Dengar Pendapat Komisi VII dengan PT. Freeport

27 Januari 2015 / Komisi VII

Jakarta_DPR RI meminta PT. Freeport untuk membagun smelter Di Papua.

Rencana pembangunan smelter Oleh Freeport di gresik Jawa Timur mendapat penolakan dari DPR RI. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi 7 DPR RI dengan PT. Freeport, selasa 27 januari 2015. Menurut DR. Saiful Bahri Ruray SH, MSi sangat tidak masuk akal dan belum menemukan alasan yang tepat rencana pembangunan smelter Freeport di Gresik, Papua adalah aset NKRI di wilayah Timur, yang sangat berpotensi menjadi branda Indonesia di pasifik, maka membangun smelter Di Papua adalah upaya untuk penguatan pembangunan infrastuktur Papua, sehingga meminimalisir kesenjangan pembangunan antara barat dan Timur. Saiful juga menegaskan bahwa jika smelter di bangun Gresik maka membutuhkan cost yang lebih besar pula, oleh karena itu anggota DPR RI dapil Maluku Utara tersebut meminta agar pembangunan smelter harus di Papua. karena Papua adalah eksistensi NKRI, maka betul betuk harus di jaga. Dalam rapat tersebut DR. Saiful Bahri Ruray menambahkan bahwa jika pembangunan smelter ini tidak dilaksanakan oleh PT Freeport, maka PT Freeport harus menghentikan aktivitas eksport  konsentrat, karena bertentangan dengan UU No 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral  dan Batubara. Dan MOU yang sudah disepakati dengan kementrian ESDM harus di batalkan Karena melangar UU. Lanjutnya lagi bahwa sejak tahun 1967 hingga sekarang PT Freeport sudah mengambil keuntungan yang besar dari SDA Papua, maka social benefic pun harus ditingkatkan. Saatnya masyarakat Papua bisa mendapatkan manfaat yang besar dari Freeport. Hal senada juga di sampaikan oleh DR. Kurtubi dari fraksi Nasdem, beliau menjelaskan bahwa PT. Freeport sangat membutuhkan Papua, maka selayak lah masyarakat Papua harus mendapatkan dampak positif keberadaan PT Freeport di Timika Papua, dan meminta agar pembangunan smelter harus dibangun di tanah Papua, Karena ketika smelter dibangun, maka pasti memiliki multiplayer efek terhadap pembangunan infrastruktur Papua ke depan. DR Kurtubi juga berharap PT. Freeport menghentikan sementara ektivitas eksport konsentrat, selama belum ada perpu dari pemerintah.#kabarSBR

TOTAL KOMENTAR (0)