Anggota DPR RI

PROFIL ANGGOTA
DR. SAIFUL BAHRI RURAY, SH, MSi
No.Anggota
321
Fraksi
Fraksi Partai Golongan Karya
Daerah Pemilihan
MALUKU UTARA
MEDIA SOSIAL
KALENDER
  • Agenda Acara

Dialog Bersama Tentang OTSUS

13 Desember 2014 / Reses Masa Sidang 1 Tahun 2014

Ternate_ Wacana Otonomi Khusus (OTSUS) provisnsi Maluku Utara kembali diangkat dalam dialog bersama Legislator dan Senator di kafe Jarod, sabtu 13 Desember 2014. Dialog yang di gagas oleh komunitas kafe Jarod menghadirkan pembicara DR. Saiful Bahri Ruray SH, M.Si anggota DPR RI dapil Maaluku Utara dan Basri Salama, Anggota DPD RI dari Maluku Utara. Selain itu juga hadir sebagai pembicara mewakili akademisi Hasby Yusup SE dan Yusba Hadadi, Ketua KNPI Maluku Utara.

Dalam dialog tersebut Bang Ipoel, sapaan akrab DR. Saiful Bahri Ruray menuturkan bahwa pertama yang harus diluruskan adalah motivasi untuk mendorong Maluku Utara mendapatkan perlakukan khusus, jika motivasinya adalah peningkatan pendapatan daerah, atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat. maka jalannya bukan hanya otonomi khusus semata. Lanjutnya, Maluku Utara tidak bisa meniru Aceh, Papua dll. karena kondisi dan wilayah yang berbeda. DR. Saiful juga menambahkan bahwa Maluku Utara merupakan daerah yang sangat kaya akan SDA baik pertambangan serta perikanan, dan letak geografisnya strategis untuk memainkan peran sebagai salah satu miniatur Indonesia dalam era ekonomi politik kawasan Asia Pasifik, baginya potensi yang dimiliki adalah modal terbesar untuk daerah, jika dikelolah secara baik. sehingga tanpa otonomi khusus pun Maluku Utara bisa menjadi daerah yang maju dan sejahtera.

Hal senada juga disampaikan oleh Basri Salama, pemberian otonomi khusus oleh Negara didasarkan dengan pertimbangan, pertama. Negara memiliki ketergantungan terhadap daerah tersebut baik dari segi ekonomi, politik, dan sosial budaya, kedua. Konflik yang mengancam disintegrasi negara dan Persoalan Sumberdaya Alam (SDA). sambungnya persoalan Maluku Utara bukan lah persoalan otsus, akan tetapi ketidakmampuan pemerintah dalam mengelolah potensi sumberdaya yang dimiliki. Sementara itu Hasby dan Yusba Hadadi juga memberikan penegasan bahwa kelimpahan potensi yang dimiliki tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan pembangunan daerah, dan pemerintah daerah harus bertangung jawab.

            Dialog yang berlangsung selama dua jam lebih, dihadiri oleh berbagai kalangan baik politsi, akademisi maupun organisasi kemahasiswaan, berlangsung sangat atusias. Diakhir dialog DR. Saiful menyampaikan bahwa kemajuan daerah  menjadi tanggung jawab kita bersama, terutama pemerintah daerah, karena eksistensi daerah sangat ditentukan oleh tingkat mobilitas pemerintah daerah di pusat, yang didukung oleh sujumlah perwakilan di perleman. Tuturnya sambil senyum.#kabarSBR    

 

 

TOTAL KOMENTAR (0)