Anggota DPR RI

PROFIL ANGGOTA
DR. SAIFUL BAHRI RURAY, SH, MSi
No.Anggota
321
Fraksi
Fraksi Partai Golongan Karya
Daerah Pemilihan
MALUKU UTARA
MEDIA SOSIAL
KALENDER
  • Agenda Acara

Seminar Kemaritiman

19 Februari 2015 / Reses Masa Sidang II Tahun 2015

Maluku Utara Jantung Pasifik

Ternate_Visi pemerintahan Jokowi-JK menjadikan Indonesia sebagai poros maritime dunia, merupakan babak baru dalam  pembangunan nasional. Sektor kelautan yang dianggap selama ini diabaikan oleh pemerintahan sebelum sebelumnya, menjadi proritas dalam pembangunan pemerintahan Jokowi. Dengan kebijakan tersebut kawasan Indonesia bagian timur khususnya propinsi Maluku Utara, dengan karakteristik sebagai daerah kepualuan dan geoposisi yang strategis memiliki peran penting dalam percaturan ekonomi politik global, hal ini menjadi tema perbincangan dalam seminar nasional kemaritiman yang diselengarakan oleh Kordinator Cabang PMII Maluku Utara.

Seminar yang di hadiri oleh DR. Saiful Bahri Ruray SH, MSi anggota DPR RI dan Prof. Agus Sunyoto sejarawan Nusantara berlangsung pada tanggal 19 Februari 2015 bertempat di Hotel Ayu Lestari Ternate. Dalam kesempatan itu DR. Saiful menjelaskan bahwa poros ekonomi dunia akan beralih dari Atlantik ke Asia-Pasifik, dan Maluku Utara memiliki peran yang sangat strategis, karena posisinya berada diantara dua benua dan dua samudra, maka Maluku Utara menjadi jantung Pasifik. Sambungnya lagi, kebijakan poros maritim, sesungguhnya pemerintahan Jokowi-JK beriktiar untuk mengembalikan kejayaan maritim nusantara pada zaman kerajaan Sriwijaya, Majapahit dan Moloku Kie Raha. Laut harus menjadi sektor proritas karena kekayaan sumberdaya laut jika dimanfaatkan secara maksimal, maka bisa menghidupkan dan mensejahterakan masyarakat Indonesia. Baginya pemerintah propinsi Maluku Utara harus menyadari peluang ini, jika tidak dimanfaatkan maka daerah ini jauh dari harapan, pungkasnya.

Sementara itu menurut Prof Agus Sunyoto mengatakan bahwa bangsa yang kuat dan tanguh adalah bangsa yang dibangun dengan karakteristik maritim. Sriwijaya, Majapahit, Makasar, Moloku Kie Raha sudah membuktikan itu dan Cina di zaman dinasti ming. Poros maritim harus diliat sebagai ruang dan kesempatan yang baik untuk bangkit, karena Negara ini merupakan Negara bahari yang kaya sumberdaya, tegasnya. Abdulharis Doa ketua Korcab PMII Maluku Utara juga menyampaikan bahwa kini saatnya Maluku Utara harus bangkit, menjemput bola ini dengan potensi yang sangat melimpah baik perikanan maupun perkebunan dan pertaniaan, dan tambahnya seminar ini merupakan salah satu langkah yang bertujuan untuk menyatukan pikiran dan pandangan dari tokoh maupaun elemen kepemudaan Maluku Utara bahwa masa depan Maluku Utara ada di laut.#kabarSBR

TOTAL KOMENTAR (0)