Anggota DPR RI

PROFIL ANGGOTA
H. AGUS SULISTIYONO, S.E, MT
No.Anggota
61
Fraksi
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa
Daerah Pemilihan
D.I. YOGYAKARTA
MEDIA SOSIAL
KALENDER
  • Agenda Acara

Kunjungan RAPI ke BNN

22 Maret 2017 / Kunjungan Kerja

JAKARTA -- RADIO ANTAR PENDUDUK INDONESIA (RAPI)

Organisasi Komunitas Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) yang beranggotakan pengguna perangkat radio komunikasi pagi hari tadi, Selasa 22 Maret 2017 / pukul 06.00 WIB berkunjung ke Badan Nasional Narkotika / BNN RI. Kunjungan ini bertujuan untuk membangun sinergi kelembagaan dalam rangka pemberantasan, pencegahan dan penyalah gunaan narkotika.

 

RAPI memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan Indonesia bebas NARKOBA. Kami berkomitmen untuk terus mendukung pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika serta prekursor narkotika di Indonesia.

 

Sinergi bersama BNN akan kami wujudkan melalui komitmen kerja sama antara RAPI dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Kedepan akan kami tuangkan dalam Nota Kesepakatan sebagai wujud komitmen dan langkah kongkrit dalam upaya pemberantasan dan pencegahan NARKOBA.

 

Agus mengatakan, penyalahgunaan narkoba dapat merusak masa depan bangsa dan berpotensi mengganggu daya saing dan kemajuan bangsa.  "Untuk itu, sebagai bagian dari elemen masyarakat organisasi RAPI yang memiliki kepengurusan di semua propinsi di Indonesia berkepentingan untuk memastikan bahwa generasi bangsa dan negara ini bebas dari NARKOBA, pungkasnya".

 

Sementara itu Kepala BNN Budi Waseso, mengatakan bahwa penanganan masalah narkotika membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Ia mengapresiasi dukungan RAPI atas upaya menghadapi ancaman kejahatan Narkoba di Indonesia.

 

"Peran RAPI sebagai organisasi komunitas dalam hal ini penting karena banyaknya transaksi dan peredaran narkotika yang terjadi di Indonesia," kata Budi Waseso.

 

Terdapat beberapa program kerja sama RAPI dan BNN yang disepakati dalam hal tersebut. Pertama, diseminasi informasi dan advokasi pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika diseluruh Indonesia.

 

Kedua, peningkatan kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia dalam rangka pencegahan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh organisasi kami baik di level nasional maupun daerah-daerah. Dan ketiga, peran serta RAPI sebagai penggiat anti Narkotika.

 

Kita semua mengetahui bahaya NARKOBA. Ada beberapa indicator yang bisa menjelaskan betapa ganasnya kejahatan narkotika. Kejahatan narkotika seperti yang kita ketahui bersama, merupakan kejahatan yang dikendalikan sindikat terorganisir dengan jaringan yang luas, bekerja sangat rapi, dan penuh kerahasiaan baik dalam level nasional maupun internasional.

 

Korban narkotika pun tidak pandang bulu, artinya semua lapisan bisa menjadi sasaran. Data menyebutkan, sedikitnya ada empat juta orang lebih yang terkena masalah narkotika dengan rentang usia 10-59 tahun. Artinya anak kecil hingga kakek-kakek pun tak luput dari serbuan sang barang haram.

 

Yang kian mengerikan lagi, kejahatan narkotika telah berkolaborasi dengan kejahatan super lainnya seperti terorisme. Hal ini tentu dapat mengganggu stabilitas keamanan negeri kita, pungkas Agus Sulistiyono saat mengirim rilis ke redaksi usai melakukan kunjungan dari BNN.

(ASA/Shofie)

TOTAL KOMENTAR (0)