Anggota DPR RI

PROFIL ANGGOTA
H. AGUS SULISTIYONO, S.E, MT
No.Anggota
61
Fraksi
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa
Daerah Pemilihan
D.I. YOGYAKARTA
MEDIA SOSIAL
KALENDER
  • Agenda Acara

Sulit Air Bersih, Badan Geologi Bangun Sumur Bor di Gunung Kidul

23 Agustus 2017 / Dapil

YOGYAKARTA – Masyarakat desa rawan air bersih di Desa Ngleri, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini telah memiliki sarana dan prasarana air bersih melalui pengadaan bantuan sumur bor dalam dari Badan Geologi, Kementerian ESDM.

 

Bantuan sumur bor yang dibangun di Desa Ngleri tahun 2016 tersebut diresmikan Rabu kemarin (23/08/17) pukul 10.00 WIB oleh Plt Kepala Badan Geologi, yang diwakili Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGTL), Andiani. Peresmian secara simbolik di lokasi sumur bor Desa Ngleri dihadiri Wakil Bupati Gunung Kidul Immawan Wahyudi, dan Anggota DPR RI Komisi VII DIY Agus Sulistiyono.

 

Peresmian dimeriahkan kesenian khas tradisional cokekan dihadiri juga oleh segenap jajaran SKPD Kabupaten Gunung Kidul, Dinas PU-ESDM Provinsi DIY, tokoh masyarakat, perangkat Desa Ngleri, dan masyarakat di sekitar sumur bor.

 

Pembangunan sumur bor telah dibangun pada tahun 2016, kini dapat secara penuh digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

 

Bantuan pemerintah pusat langsung kepada masyarakat melalui Badan Geologi Kementerian ESDM ini  bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dan didukung DPR RI (Komisi VII) yang memiliki program pro kesejahteraan masyarakat, yaitu pengentasan daerah sulit air bersih melalui pengeboran air tanah dalam.

 

Seiring dengan telah berjalannya musim kemarau pada tahun 2017 banyak pemberitaan di media massa dan elektronik tentang adanya beberapa daerah di Indonesia yang mengalami permasalahan penyediaan air bersih, salah satunya di Kabupaten Gunung Kidul.

 

Sumur bor di Desa Ngleri, Kecamatan Playen ini memiliki spesifikasi kedalaman 127 meter, dengan konstruksi pipa galvanis diameter 6 inchi, pasokan listrik dari genset dengan kapasitas 10 kVA = 8 kWatt, menggunakan pompa selam (submersible) 3 PK, dan dilengkapi dengan rumah genset, rumah pompa, dan bak penampungan air berkapasitas 5 ribu liter.

 

Sumur dibangun di daerah dengan komposisi batuan berupa batu gamping, dimana air tanahnya mengalir melalui rekahan, saluran pelarutan, atau sungai bawah tanah, sehingga diperlukan kajian dan teknologi pengeboran yang tepat. Sumur bor ini memiliki debit 1,1 liter/detik, sehingga dalam sehari (operasi selama 12 jam) dapat menghasilkan air bersih sebanyak kurang lebih 47 kubik air bersih, untuk melayani 147 kepala keluarga.

 

Secara keseluruhan, pada tahun 2016, Badan Geologi Kementerian ESDM membangun sebanyak 197 unit sumur bor diseluruh wilayah Indonesia. Dimana di wilayah Provinsi DIY sendiri dibangun sebanyak enam unit sumur bor dalam, tersebar di Kabupaten Gunung Kidul sebanyak 2 unit, dan di Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Kulon Progo, masing-masing sebanyak 1 unit. Program yang dimulai sejak awal tahun 2000-an ini, sampai dengan tahun 2016 mampu membangun sebanyak 1.545 unit sumur bor yang melayani kebutuhan air bersih sebanyak kurang lebih 4,4 juta jiwa, tersebar di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

 

Seiring dengan kesadaran akan pentingnya program pembangunan sarana air bersih melalui pengeboran air tanah dalam, Kementerian ESDM dan didukung oleh DPR RI Komisi VII sebagai mitra kerja berupaya terus menambah anggaran untuk dapat menjangkau masyarakat di daerah sulit air yang lebih banyak.

 

Dimana jumlah daerah sulit air bersih di Indonesia, baik karena langkanya sumber air bersih atau karena buruknya kualitas sumber air, masih cukup banyak, yang ditandai dengan masih banyaknya permintaan bantuan sumur bor air tanah dalam dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dudy Supriyadi

 

Sumber: wartakini.co

TOTAL KOMENTAR (0)