Anggota DPR RI

PROFIL ANGGOTA
H. AGUS SULISTIYONO, S.E, MT
No.Anggota
61
Fraksi
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa
Daerah Pemilihan
D.I. YOGYAKARTA
MEDIA SOSIAL
KALENDER
  • Agenda Acara

Pemerintah Kurang Berpihak Pada Bank Sampah

19 September 2017 / Dapil

BANTUL (KRjogja.com) - Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, Kementerian Lingkungan Hidup RI Sudirman mengatakan, hingga tahun 2017 sudah 4.987 bank sampah berdiri di kota dan kabupaten di Indonesia. Setiap satu unitnya ternyata mampu menggerakkan sekitar 200 nasabah. Dengan angka itu, secara keseluruhan nasabah bank sampah di Indonesia sekitar 147 ribu orang.

 

"Dalam bank sampah ini perputaran uangnya sangat tinggi yakni mencapai Rp 17,5 milyar setiap bulannya," ujar Sudirman di sela acara Sosialisasi Pengembangan Bank Sampah Melalui Infrastruktur Hijau di Dusun Metuk Donotirto Kretek Bantul Selasa (19/9). Dalam acara itu juga dihadiri anggota DPRD Bantul, H Suradal SH, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bantul, H Masharun Ghozali, Lurah Sidomulyo Edy Mutjito SPd.  

 

Dijelaskan, pengelolaan sampah di Indonesia sebenarnya digagas oleh Bambang Suwinda dengan bank sampahnya di Dusun Badegan Desa Bantul Kecamatan Bantul Kabupaten  Bantul. Kendati sebagai pencetus, sayangnya pengelolaan bank sampah di Bantul sudah tertinggal dibanding bank sampah di Malang dan Banjarmasin. Karena dua wilayah tersebut sudah mampu berprestasi dikancah nasional.

 

"Khusus di Malang itu untuk berobat ke dokter warga cukup membayar dengan sampah, biaya rekening listrik, serta PAM cukup menggunakan sampah," jelas Sudirman. Sementara di Bantul sebagai perintis lahirnya bank sampah justru eronis karena tertinggal jauh dari daerah lain. Semua terjadi akibat kurang berpihaknya pemerintah setempat dengan program tersebut. Selain itu masyarakat kurang tergugah untuk mengumpulkan sampah dan disetor ke bank sampah. "Saya berencana akan menemui Bupati Bantul untuk mengetahui hambatan serta apa yang perlu pemerintah pusat lakukan.  Mosok pioner kok tertinggal jauh dengan daerah lain," jelasnya.

 

Sementara anggota Komisi VI DPR RI Agus Sulistiyono mengatakan, untuk mendorong supaya konsep bank sampah di Bantul terus berkembang salah satunya dengan bantuan sepeda motor roda tiga untuk mengangkut sampah. "Pada tahun 2017 ini ada bantuan 31 unit motor roda tiga untuk mengangkut sampah. Harapannya nantinya kelompok penerima bantuan bisa membangun bank sampah," jelasnya. Politisi PKB ini berpendapat, paling utama dalam pengelolaan sampah adalah kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan terutama sampah organik dan non organik. "Kesadaran tersebut perlu dibangun. Percuma saya usahakan sarana namun masyarakat tidak tertarik hingga alat mangkrak," kata Agus. (Roy)

 

Sumber: http://krjogja.com

TOTAL KOMENTAR (0)