Anggota DPR RI

PROFIL ANGGOTA
H. AGUS SULISTIYONO, S.E, MT
No.Anggota
61
Fraksi
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa
Daerah Pemilihan
D.I. YOGYAKARTA
MEDIA SOSIAL
KALENDER
  • Agenda Acara

Inovasi Baru, Jati Platinum 5 Tahun Bisa Berdiameter 30 Cm

15 Desember 2017 / Dapil

AKURAT.CO, Jati platinum, salah satu inovasi baru dari Lembaga IlmuPengetahuan Indonesia (LIPI) ditanam di Desa Kedungpoh, KecamatanNglipar, Jumat (15/12). Jati platinum ini bisa berdiameter 30 centimeter hanya dalam waktu lima tahun.

 

Sebanyak 2.000 jati platinum ditanam di perbukitan Gunungkidul tersebut. Selain, bersama warga setempaat juga menanam 1.000 bibit mangga di lokasi yang sama.

 

Perwakilan LIPI Edi Hidayat mengatakan, jati platimum merupakan hasil dari alih tehnologi melalui diseminasi. Lebih tepatnya merupakan hasil rekayasa genetika dengan cara mutasi radiasi sinar Gamma bekerjasama dengan Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) yang kemudian diperbanyak dengan kultur jaringan sehingga mutu bibitnya seragam.

 

Menurut dia, dalam waktu lima tahun jati platinum sudah bisa dipanendengan diameter 30 cm. Hasilnya bisa digunakan sebagai veneer bahanbangunan. "Penanaman jati platinum ini bisa memberi keuntungan ekonomi," katanya.

 

Anggota Komisi VII DPR Agus Sulistiyono mengatakan menanam jati platinum mampu memenuhi komitmen nasional dalam mereduksi emisi karbon hingga 26% sampai 2020 atau setara 0,67 giga ton karbon. Setiap hektar pohon jati platinum bisa menyerap karbon 170 ton C berat jenis 0,8 C konten 0,5.

 

Politikus PKB ini mengungkapkan, kegiatan desiminasi ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dalam mencintai dan meningkatkan potensi daerah.

 

"Hasil penelitian tepat guna LIPI terbukti dapat memperkuat pengembanganpotensi daerah, terutama peningkatan ekonomi warga," tegasnya.

 

Lebih lanjut Agus mengatakan, penanaman pohon ini bagian dari mencintai hutan dan lingkungan. Menanam merupakan upaya melawan pemanasan global. "Pemanasan global akan semakin menggila jika manusia tidak berbuat apa-apa," tegasnya.

 

Dampak dari pemanasan global adalah kebencanaan seperti banjir,kekeringan, peningkatan suhu bumi, dan naiknya permukaan laut. "Jadimenanam itu memiliki manfaat besar baik dari sisi ekonomi, ekosistem alam dan keberlangsungan hidup generasi masa depan," paparnya.[]

 

Sumber: news.akurat.co

TOTAL KOMENTAR (0)