Anggota DPR RI

PROFIL ANGGOTA
H. AGUS SULISTIYONO, S.E, MT
No.Anggota
61
Fraksi
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa
Daerah Pemilihan
D.I. YOGYAKARTA
MEDIA SOSIAL
KALENDER
  • Agenda Acara

Anggota DPR RI Komisi VII Agus Sulistiyono Marah-Marah Di Yogyakarta Banyak Pengusaha Tambang Dzolim

29 Juni 2018 / Kunjungan Kerja

YOGYAKARTA, CAKRAWALA.CO – Anggota DPR RI Komisi VII, H. Agus Sulistiyono, SE. MT, menegur keras kepada para pejabat di lingkungan Pemprov DIY, khususnya pejabat yang berwenang mengeluarkan izin pertambangan, karena fakta di lapangan menunjukkan kebijakan mengeluarkan izin penambangan tanpa memikirkan dampak lingkungan, keberlangsungan ekosistem dan mengabaikan masa depan kawasan.

 

“ Di Yogyakarta ini memang yang lebih populer tambang batuannya, karena kualitasnya bagus dan potensinya luar biasa. Tetapi lagi-lagi fakta dilapangan, para pengusaha tambang mengabaikan ketentuan yang sudah disepakati baik melalui Perpres 11 maupun Perpres 26, yang disitu mengatur seluruh komponen tambang,” papar Agus Sulistiyono.

 

“Saya punya mata, punya telinga di lapangan, seringkali kami dapatkan para pengusaha tambang ini faktanya tidak sesuai ( taat, red ) dengan apa yang sudah ditulis di awal dirancang di awal ( tidak sesuai dengan aturan yang ada, red ). Yang sudah ditambang tidak direklamasi, itu tidak dilakukan, aturannya dilanggar. Kenapa terjadi ? Rupanya aparat pegeak hukum inspektur tambangnya tidak baik, fakta tidak sesuai,” tegas Agus Sulistiyono.

 

Pada kesempatan Evaluasi dan Monitoring {ertambangan Di DIY, tersebut, Agus Sulistiyono meminta Dirjen Minerba kementrian ESDM Bambang Gatot, melakukan evaluasi dan penindakan terhadap semua pengusaha yang telah mengantongi izin tetapi melanggar.

 

“Karena faktanya, ada seperti itu. Kita punya datanya kok, dari temuan dan laporan masyarakat konstiituen kita,” ujar Agus.

 

Agus Sulis menekankan, sepanjang kita tahu dampak lingkungan itu lebih berat dan lama mengembalikannya.

 

Dampak sosialnya, juga, maka pengusaha harus mau memberikan CSR-nya. “Maka dalam ketentuan perizinan anda para pengusaha harus mengambil orang lokal, disekitarnya harus mau menggunakan potensi lokal di sekitarnya, agar apa, agar punya manfaat kepada masyarakat di sekitar lokasi tambang,” kata Agus.

 

“ Di pegunungan Menoreh Kulonprogo, misalnya. Terkait bakal berlangsungnya proyek bandara NYIA, kebutuhan batuan banyak sekali. Jangan sampai ada pengusaha luar kota masuk Kulonprogo tetapi menggunakan orang tenaga dari luar, ini kan kasihan,” lanjutnya.

 

Kepedulian para pengusaha ini perlu ditinggaktakan jangan hanya mengambil untungnya doang tetapi lingkungan juga perlu diperhatikan. “ Kasihan anak cucu kita. Sekarang diambil sebanyak banyaknya, kelak kemudian hari anak cucu kita tinggal gigit jari. Karena izin di tangan propinsi, maka saya minta pejabat berwenang harus ikut situs situs yang harus dijaga, Pegunungan Menoreh Kulonprogo, ya jangan semua diberikan izin penambangan, di Gunung Kidul ya harus diperhatikan itu sebagai kawasan sebagai geopark. Birokrasi juga harus mempertimbangkan ekosistem saat memberi izin, jangan setelah diberi izin ekosistem berantakan,” jelas Agus Sulistiyono.

 

“ Di pegunungan Menoreh Kulonprogo, misalnya. Terkait bakal berlangsungnya proyek bandara NYIA, kebutuhan batuan banyak sekali. Jangan sampai ada pengusaha luar kota masuk Kulonprogo tetapi menggunakan orang tenaga dari luar, ini kan kasihan,” lanjutnya.

 

Kepedulian para pengusaha ini perlu ditinggaktakan jangan hanya mengambil untungnya doang tetapi lingkungan juga perlu diperhatikan. “ Kasihan anak cucu kita. Sekarang diambil sebanyak banyaknya, kelak kemudian hari anak cucu kita tinggal gigit jari. Karena izin di tangan propinsi, maka saya minta pejabat berwenang harus ikut situs situs yang harus dijaga, Pegunungan Menoreh Kulonprogo, ya jangan semua diberikan izin penambangan, di Gunung Kidul ya harus diperhatikan itu sebagai kawasan sebagai geopark. Birokrasi juga harus mempertimbangkan ekosistem saat memberi izin, jangan setelah diberi izin ekosistem berantakan,” jelas Agus Sulistiyono.

Sumber: cakrawala.co

TOTAL KOMENTAR (0)