Anggota DPR RI

PROFIL ANGGOTA
H. AGUS SULISTIYONO, S.E, MT
No.Anggota
61
Fraksi
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa
Daerah Pemilihan
D.I. YOGYAKARTA
MEDIA SOSIAL
KALENDER
  • Agenda Acara

Menteri ESDM Sudirman Said Banggakan Free Port, Anggota Komisi VII DPR RI Kecewa

12 Oktober 2015 / Politik

Jakarta, jokowinomics.com – Sikap Menteri ESDM, Sudirman Said, yang dinilai terlalu memuji dan membanggakan PT Free Port sebagai pengelola tambang terbesar di Papua, memperoleh kritikan pedas dari Anggota Komisi VII DPR RI, Agus Sulistiyono. Apalagi memang hingga kini, PT Free Port belum juga merealisasikan pembangunan smelter sesuai dengan syarat pemerintah.

 

Seperti diketahui, ijin operasi salah satu perusahaan pertambangan terbesar di dunia tersebut, akan habis dan kini sedang diurus perpanjangan ijinnya.

 

“Freeport itu kan belum punya smelter,” kata Agus di gedung DPRRI, Jakarta, Senin (12/10).

 

Dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI tersebut, Menteri ESDM Sudirman Said, malah dengan terbuka membeberkan bahwa ijin Free Port pasti akan diperpanjang hingga 2041.

 

“Saya minta pemerintah konsisten dengan UU Minerba yang sudah kita sepakati bersama antara pemerintah dengan DPR,” ungkapnya.

 

Menurut Agus, UU Minerba memiliki keberpihakan pada kepentingan nasional. Sebab itu dalam operasi pertambangan, pemerintah mewajibkan perusahaan untuk membangun fasilitas smelter. Hal inilah yang masih belum dilakukan Free Port. Padahal perusahaan Amerika tersebut telah mengeruk keuntungan yang demikian besar dari tanah Indonesia.

 

“Poin besar paling utama (dalam UU Mineral) ada nilai tambah terkait dengan mineral yang didapat Freeport untuk diolah menjadi bahan setengah jadi. Selama ini, eksport itu khan berupa biji. Bukan berupa barang yang setengah jadi. Makanya Smelter itu khan yang paling utama, itu disamping tentang pengurangan wilayah kerja dan sebagainya. Tapi yang paling utama itu kontrak karya bagi UU mineral itu harus mempunyai Smelter, supaya dapat  di olah di dalam negeri. Jadi eksportnya itu berupa barang yang sudah jadi,” demikian Agus.

 

Kekecewaan Agus memuncak, karena Sudirman Said terus membanggakan Free Port dengan menyebutkan bahwa perusahaan tersebut telah menunjukkan komitmen dan sumbangsih besar bagi Indonesia.

 

Sumber: jokowinomics.com

TOTAL KOMENTAR (0)