Anggota DPR RI

PROFIL ANGGOTA
H. AGUS SULISTIYONO, S.E, MT
No.Anggota
61
Fraksi
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa
Daerah Pemilihan
D.I. YOGYAKARTA
MEDIA SOSIAL
KALENDER
  • Agenda Acara

Ratusan Santri Gelar Aksi Damai - Usai Demo Mereka Tahlil Bersama

22 Oktober 2015 / Dapil

YOGYA  -   Ratusan santri dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Putra Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Ikatan Mahasisa Islam Indonesia (PMII) dari Universitas Islam Negeri  (UIN) Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta,  menggelar  aksi damai mendukung penetapan Hari Pasntri Nasional (HSN) 22 Oktober 2015 itu, di bundaran Tugu Yogyakarta.

 

Menariknya, aksi  yang dilakukan para santri berbeda dengan demo mahasiswa lainnya. Demo para santri justru mengajak masyarakat berbuat baik, anti kekerasan. Bahkan usai orasi, mereka duduk bersila di pelataran Tugu Yogyakarta untuk membaca kalimah tauyibah dan  Tahlil bersama.

 

Dalam aksi yang mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian tersebut, para santri membawa poster dan spanduk yang isinya mendukung 22 Oktober ditetapkan sebagai HSN. Aksi  berjalan  berjalan lancar dan damai, dan secara bergantan mereka melakukan  orasi di dalam lingkaran Tugu Yogyakarta, sehingga aksinya tidak mengganggu arus lalu lintas.

 

Koordinator Umum Aksi dari IPNU Kota Yogyakarta, M Farigh Rangkuti  di sela aksi, Kamis (22/10) menyatakan,  berkat semangat resolusi jihad dan dukungan pemerintah, maka 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional (HSN), dan IPNU dan IPPNU serta PMII Kota Yogyakarta menyataan apresiasi kepada pemerintah.

 

Sudah saatnya pesantren lebih banyak mendapatan perhatian, dan system penddkan berbass pesantren dijadikan salah satu rujukan model pendidkan nasioal. Jangan manfaatkan ai sebaga alat propaganda politik, bubarkan ormas-ormas yang memang tidak senafas dengan Pancasila.

 

Kembalkan Yogyakarta sebagai tempat yang nyaman untuk semua golongan, dan hentkan kekerasan di ogyaarta yang mengatasnamakan RAS, serta Nekara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati.

 

Terpisah, anggota DPR RI dari PKB DIY, H Agus Sulistiyono SE MT, penetapan HSN oleh pemerintah, merupakan apresiasi terhadap perjuangan para ulama dalam berjuang melawan penjajahan Belanda. Tanggal 22 Oktober  sebagai HSN, merupakan serangkaian  perjuangan  10 November sebagai Hari Palawan.

 

“Sebagai generasi muda penerus bangsa, mari kita teladani nilai solidaritas dan patriotisme KH Hasyim Asyri yang telah memberikan fatwa resolusi Jihad melawan agresi Belanda pada tanggal 22 Oktober 1945,” ujar Ketua DPW PKB DIY, Agus Sulistiyono. (ali)

 

Keterangan foto:

AKSI DAMAI - Ratusan santri dari IPNU, IPPNU dan PMII dari Universitas Islam Negeri  (UIN) Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta,  menggelar  aksi damai di Tugu Yogyakarta. Usa aksi, mereka menggelar tahlil bersama. Foto ali subchi

TOTAL KOMENTAR (0)