Anggota DPR RI

PROFIL ANGGOTA
H. AGUS SULISTIYONO, S.E, MT
No.Anggota
61
Fraksi
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa
Daerah Pemilihan
D.I. YOGYAKARTA
MEDIA SOSIAL
KALENDER
  • Agenda Acara

Mukernas PKB Tawarkan Lima Agenda Politik

06 Februari 2016 / Politik

Jakarta - Ketum PKB Muhaimin Iskandar resmi menutup Mukernas PKB. Ada lima agenda politik yang ditawarkan untuk mengefektifkan sistem demokrasi di Indonesia.

"Dalam kerangka itu, PKB menawarkan sejumlah agenda yang patut dipertimbangkan untuk memastikan kehadiran sebuah sistem politik yang efektif," kata Ketum PKB Muhaimin Iskandar kepada wartawan di arena Mukernas di JCC, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2/2016).

Menurut Cak Imin sapaan akrab Muhaimin Iskandar, persoalan pertama terletak pada penataan kembali kelembagaan permusyawaratan/perwakilan. Dan itu menyangkut keberadaan lembaga Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang tanggung dan tidak efektif.

"Peninjauan ulang itu harus bermuara pada pilihan tegas pada penguatan peran DPD atau dikembalikan lagi sebagai perwakilan golongan yang lebih mencerminkan karakteristik ke-Indonesiaan," katanya.

Kedua, tutur Cak Imin, mengawal konsistensi proses penyederhanaan sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Penyederhanaan sistem pemilihan kepada daerah perlu dikawal keberlanjutannya sambil memastikan bahwa sistem Pilkada semakin baik, tidak boros sumber daya,  dan menghasilkan kepemimpinan politik yang berkualitas.

Ketiga, kata Cak Imin, memperkuat sistem presidensial. Sebagai negara yang memilih sistem kepemimpinan nasional berdasar asas presidensial, maka perlu diciptakan sistem politik yang mendukung penguatan terhadap posisi dan kewenangan presiden, melalui ambang batas presidential treshold yang memadai agar posisi presiden terpilih memiliki bargaining position yang kuat karena memperoleh dukungan maksimal di parlemen.

Keempat, lanjut Cak Imin, menjaga penyederhanaan sekaligus penguatan partai politik. Pengendalian jumlah partai politik melalui regulasi yang ada perlu dipertahankan agar dinamika politik dapat terkelola dengan lebih mudah, sambil pada saat yang sama partai-partai politik yang ada terus diberdayakan agar mampu menjalankan peran sebagai partai politik secara lebih optimal.

"Dukungan pemberdayaan partai politik melalui bantuan parpol agar terus ditingkatkan secara signifikan. Partai politik sebagai pilar demokrasi maha penting tidak boleh tergantung dan dipenjara oleh kekuatan pemodal," katanya.

Kelima, ujar Cak Imin, memperjuangkan artitektur baru pemerintahan daerah. Desentralisasi berbagai urusan pemerintahan harus terus dijaga konsistensinya dengan memastikan bahwa Kabupaten/Kota adalah tingkatan pemerintahan yang paling kita andalkan.

"Karena itu, otonomi Kabupaten/Kota harus dikawal dan diberdayakan. Kegagalan otonomi daerah selama ini lebih merupakan kegagalan sistem pengendalian pemerintah pusat. Karena itu, yang harus dilakukan adalah pengembangan sistem pengendalian pemerintah pusatm," pungkasnya.

(ear/van)

Sumber: detik.com

TOTAL KOMENTAR (0)