REFORMASI BIROKRASI

REFORMASI BIROKRASI

Beranda

Reformasi Sekretariat Jenderal pada hakekatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan dukungan Sekretariat Jenderal sebagai supporting system DPR RI yang dilakukan melalui 8 (delapan) area perubahan, yaitu; Manajemen Perubahan, Penataan Peraturan perundang-undangan, Penataan Organisasi, Penataan Ketatalaksanaan, Penataan Sistem  SDM Aparatur, Penguatan Akuntabilitas, Penguatan Pengawasan, dan Peningkatan Pelayanan public.

Berbagai hambatan dan permasalahan yang mengakibatkan tidak optimalnya dukungan Sekretariat Jenderal kepada  DPR harus diperbaharuidan dilakukan penataan ulang. Reformasi Sekretariat Jenderal adalah langkah strategis untuk membangun kesekjenan agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban dukungan terhadap peningkatan kinerja lembaga legislatif.

Disisi lain pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi serta perubahan dan tuntutan lingkungan strategis mengharuskan Sekretariat Jenderal untuk melakukanreformasi yangdisesuaikan dengan perkembangan sertadinamika politik Dewan. Oleh karena itu perlu diambil langkah-langkah yang bersifat mendasar, komprehensif, dan sistemik sehingga tujuan reformasi Sekkretariat Jenderal  dapat dicapai dengan efektif dan efisien, serta tidak menimbulkan gejolak.

Reformasi Sekretariat Jenderal adalah merupakan proses pembaharuan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, menghindari sejauh mungkin tindakan yang bersifat radikal dan revolusioner.

Tujuan Reformasi Birokrasi Sekretariat Jenderal DPR RI adalah membangun profil dan perilaku pegawai Sekretariat Jenderal DPR RI yang berintegritas tinggi,  produktivitas tinggi dan bertanggungjawab, serta berkemampuan memberikan dukungan paripurna kepada DPR.

Sasaran Reformasi Birokrasi di Sekretariat Jenderal DPR RI adalah terjadinya perubahan pola pikir (mind set) dan budaya kerja (culture set) serta sistem manajemen kesekretariatan. Adapun sasaran secara khusus adalah perubahan kelembagaan (organisasi) menuju organisasi yang tepat fungsi dan tepat ukuran (right sizing), perubahan budaya organisasi untuk mewujudkan birokrasi dengan integritas dan kinerja yang tinggi, perubahan ketatalaksanaan untuk mewujudkan sistem, proses dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien, terukur dan sesuai dengan hasil yang ingin dicapai berupa regulasi yang tertib, tidak tumpang tindih dan kondusif. Adapun di bidang SDM aparatur, hasil yang ingin dicapai adalah terciptanya SDM yang berintegritas, kompeten, profesional, berkinerja tinggi dan sejahtera.

Nilai- nilai dasar PNS di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR RI sebagaimana yang telah dituangkan ke dalam Kode Etik adalah religius, akuntabilitas, professional, dan integritas.

Sikap religius diwujudkan melalui tindakan percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sikap akuntabel diwujudkan melalui tindakan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas dan fungsinya; bekerja sesuai standar kerja yang ditetapkan; memberikan teladan bagi lingkungan kerja; dan/atau memelihara dan memanfaatkan sarana dan prasarana kedinasan sesuai dengan peruntukannya.

Sikap professional diwujudkan melalui tindakan mengembangkan etos kerja untuk meningkatkan kinerja Sekretariat Jenderal; bekerja dengan inisiatif, inovatif, dan responsive dalam rangka meningkatkan kinerja Sekretariat Jenderal; berorientasi pada upaya peningkatan kualitas kerja; dan/atau memiliki dan berusaha meningkatkan kompetensi dalam melaksanakan pekerjaan.

Sikap integritas diwujudkan melalui tindakan jujur dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai PNS; menjunjung tinggi harkat, martabat, dan kehormatan Sekretariat Jenderal DPR RI; menaati semua peraturan perundang-undangan yang berlaku; tidak meminta atau menerima pemberian secara langsung atau tidak langsung berupa suap, hadiah, bantuan, atau bentuk lainnya yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku; tidak merugikan orang lain dan Negara; menjaga informasi yang bersifat rahasia; dan menghormati perbedaan, tidak diskriminatif, dan tidak mengintimidasi rekan kerja.