PENINGKATAN KESEJAHTERAN RAKYAT MASIH JADI AGENDA UTAMA RAPBN 2010

21-08-2009 / LAIN-LAIN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengemukakan, dalam tahun 2010 upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat terutama masyarakat miskin masih menjadi agenda utama pembangunan. Karena kemiskinan merupakan permasalahan yang bersifat multisektor, maka upaya untuk penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin dilaksanakan melalui berbagai program pembangunan secara sektoral dan lintas sector. Ketika menyampaikan jawaban pemerintah atas pemandangan umum fraksi-fraksi mengenai RAPBN 2010 di depan Sidang Paripurna DPR Kamis (20/8), Menkeu menyatakan, dalam rangka meningkatkan efektifitas pelaksanaan program pengurangan kemiskinan dikelompokkan menjadi tiga klusterm yaitu kluster pertama berisi program-program yang memberikan perlindungan social dalam rangka meningkatkan akses masyarakat miskin kepada kebutuhan dasar. Kluster kedua, berisi program-program pemberdayaan bagi masyarakat miskin dank luster ketiga adalah program-program perkuatan usaha mikro dan kecil. Beberapa program berupa pemberian perlindungan bagi masyarakat miskin telah dilaksanakan seperti Raskin, Jamkesmas, bea siswa untuk siswa miskin, Bantuan langsung tunai (BLT) dan program harapan keluarga (PKH). Sedangkan program pemberdayaan masyarakat miskin telah dilaksanakan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Dengan dilaksanakannnya program ini diharapkan masyarakat miskin melalui kelompok-kelompok masyarakat dapat menentukan sendiri kebutuhannya, merencanakan, melaksanakan dan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan yang mereka usulkan. Lebih lanjur Menkeu mengatakan, dari sisi usaha mikro dan kecil, upaya perkuatan usaha mikro dan kecil telah dilakukan melalui penyediaan kredit dan dana bergulir pelatihan dan pendampingan bagi pengelola koperasi. Tahun 2008 telah disalurkan kredit sebesar Rp 12,624 triliun kepada 1.671.668 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan rata-rata kredit per UMKM sebesar Rp 7,55 juta. Selain itu, tambah Sri Mulyani, telah dilakukan pendampingan bagi 3.500 usaha kecil menengah (UKM) dan pelatihan 500 bussines service, penyediaan dana kepada 125 koperasi untuk pengadaan sarana produksi bersama anggota, pelatihan fasilitator budaya/motivasi usaha dan teknis manajemen mikro melalui koperasi untuk 1.000 koperasi. Pada tahun 2010 kegiatan-kegiatan tersebut akan terus dilakukan dengan sasaran yang sama. Pemerintah sependapat dengan Fraksi-fraksi DPR untuk terus mengupayakan kemandirian bangsa termasuk di dalamnya pengurangan stok utang baik utang dalam negeri maupun utang luar negeri. Salah satu strategi pengelolaan utang yang dilakukan selama ini adalah melalui pengurangan utang terutama yang berasal dari pinjaman luar negeri. (mp)

  • SHARES
BERITA TERKAIT
Legislator Ajak Masyarakat Tingkatkan Persatuan dan Protokol Kesehatan
14-01-2021 / LAIN-LAIN
Anggota Komisi VII DPR RI sekaligus Ketua Panitia Perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 MPR, DPR, dan DPD RI...
Anggota DPR Bagikan Bantuan Korban Longsor Sumedang
12-01-2021 / LAIN-LAIN
Bencana tanah longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (9/1/2021) yang lalu menyisakan duka yang mendalam...
Hugua Sampaikan Keprihatinan atas Musibah yang Dialami Pesawat Sriwijaya Air
10-01-2021 / LAIN-LAIN
Anggota DPR RI Hugua menyampaikan rasa keprihatinan dan duka yang mendalam atas musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan...
Peduli Masyarakat Terdampak Pandemi, Anggota DPR Salurkan 2000 Sembako
08-01-2021 / LAIN-LAIN
Mengawali tahun 2021, Anggota Komisi XI DPR RI Eriko Sotarduga terus memberikan semangat dan dorongan kepada masyarakat yang terdampak pandemi...