Perlu Langkah Konkret Penuhi Kebutuhan Energi Indonesia

22-06-2020 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Kordinator Bidang Industri dan Pembangunan Rachmat Gobel saat berdialog dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif di Ruang Kerjanya, Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2020). Foto : Ist/Man

 

Wakil Ketua DPR RI Kordinator Bidang Industri dan Pembangunan Rachmat Gobel menilai perlu langkah konkret dari Pemerintah untuk mencukupi kebutuhan masyarakat akan energi, khususnya di daerah-daerah yang sulit terjangkau. Hal ini dikatakannya saat berdialog dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif di Ruang Kerjanya, Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2020)

 

“Salah satu permasalahan yang dihadapi Indonesia belakangan ini adalah belum meratanya pemenuhan energi di beberapa wilayah, karena faktor geografis, atau di daerah-daerah yang sulit terjangkau. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret dari pemerintah untuk bisa memenuhi kebutuhan energi masyarakat. khususnya masyarakat Indonesia di wilayah yang sulit terjangkau,” ujar Rachmat Gobel.

 

Ia melanjutkan, sejatinya saat ini layanan energi listrik tidak hanya berfungsi untuk penerangan semata. Namun lebih dari itu, energi listrik secara tidak langsung juga bisa menggerakkan potensi ekonomi keluarga, bahkan potensi ekonomi suatu daerah juga. Terlebih lagi bagi daerah yang termasuk daerah terluar dan tertinggal di wilayah Indonesia.

 

“Pasokan energi listrik cukup, masyarakat produktif dan potensi ekonomi keluarga meningkat, taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat. Sehingga pendapatan daerah pun ikut bertambah,” pungkas politisi Fraksi Partai NasDem ini

 

Sebagaimana diketahui dalam periode sebelumnya Pemerintah berkomitmen untuk merealisasikan penyediaan listrik sebesar 35 ribu Megawatt (MW) dalam jangka waktu 5 tahun (2014-2019).  Sementara dalam RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) PT PLN (Persero) 2019-2028, penambahan infrastruktur ketenagalistrikan yang direncanakan dibangun sampai dengan tahun 2028 adalah: pembangkit tenaga listrik sebesar 56.395 MW, jaringan transmisi sepanjang 57.293 kms, gardu induk sebesar 124.341 MVA, jaringan distribusi sepanjang 472.795 kms, dan gardu distribusi sebesar 33.730 MVA. (ayu/es)

BERITA TERKAIT
Tangki Kilang Cilacap Terbakar, Puan Maharani: Segera Audit Sistem Pengamanan Kilang Pertamina
15-11-2021 / PIMPINAN
Prihatin dengan insiden terbakarnya tangka kilang di Cilacap pada Minggu (14/11/2021) lalu, Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani meminta...
Tutup Piala KBPP Polri, Puan Harap Lahir Bibit Atlet Pesepak Bola
14-11-2021 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani menutup turnamen sepakbola Piala Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri usia dini yang...
Rachmat Gobel: Pemda Harus Cari Solusi Atasi Banjir Gorontalo
13-11-2021 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel meminta Pemerintah Daerah Gorontalo harus cepat turun tangan menyelesaikan masalah banjir yang terjadi di...
Panen Padi di Banyuwangi, Puan Dorong Pertanian Dijadikan Agrowisata
12-11-2021 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani melanjutkan rangkaian kunjungan kerja ke Banyuwangi, Jawa Timur dengan turut serta memanen padi...