Komisi VI Dukung BSI Jadi 10 Besar Global Perbankan Syariah

25-02-2021 / KOMISI VI
Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza saat memimpin Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI ke Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/2/2021). Foto : Singgih/Man

 

Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza menilai terbentuknya  PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) merupakan bagian dari terobosan yang dilakukan Kementerian BUMN untuk menjawab kebutuhan besar pasar syariah yang selama ini diisi secara parsial oleh bank-bank konvensional melalui anak perusahaan. Namun, bank-bank syariah tersebut belum secara maksimal meningkatkan market cap customer syariah.

 

“Pendirian Bank Syariah Indonesia ini menjadi kabar yang menggembirakan di tengah lesunya perekonomian global dan nasional. Sehingga kita bisa menyiapkan satu platform syariah yang memungkinkan bisa berkembang di masa mendatang,” ungkap Faisol saat memimpin Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI ke Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/2/2021).

 

Sebagaimana diketahui, pada 1 Februari 2021 lalu, pemerintah telah resmi membentuk PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk sebagai lembaga perbankan syariah hasil merger anak perusahaan BUMN bidang perbankan syariah, di antaranya Bank Rakyat Indonesia Syariah, Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah.

 

“Asset Bank Syariah Indonesia  ini sebesar Rp240 triliun, tentunya memberikan harapan baru bagi tumbuhnya industri berbasis syariah yang berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat dan pengentasan kemiskinan di Indonesia,” ungkap politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

 

Faisol memastikan mendukung penuh upaya yang dilakukan untuk menjadikan Bank Syariah Indonesia menjadi 10 besar perbankan syariah di dunia dan bisa mengambil potensi market syariah global maupun nasional secara maksimal. “Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia, ini tentu menjadi market Syariah yang sangat potensial, harus benar-benar digarap dengan maksimal oleh Bank Syariah Indonesia. Jika mampu menguasai market Syariah nasional, maka target menjadi 10 besar perbankan Syariah global bisa terwujud,” tutupnya.

 

Bank syariah terbesar dunia Sebagaimana rilis The Asian Banker saat ini adalah Al Rajhi Bank (Arab Saudi). Di posisi kedua, Kuwait Finance House, dan di posisi ketiga ada Qatar Islamic Bank. Di posisi keempat ada Masraf Al Rayan (Qatar), posisi kelima ada Meezan Bank, posisi keenam ada Qatar International Islamic Bank (Qatar), posisi ketujuh ada Dubai Islamic Bank (UEA). Kemudian, di posisi kedelapan ada Alinma Bank (Arab Saudi), posisi kesembilan ada Maybank Islamic dan terakhir, Bank Albilad (Arab Saudi). (skr/sf)

BERITA TERKAIT
Asep Wahyuwijaya Sepakat Perampingan BUMN Demi Bangun Iklim Bisnis Produktif
09-01-2025 / KOMISI VI
PARLEMENTARIA, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana akan melakukan rasionalisasi BUMN pada tahun 2025. Salah...
147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD
09-01-2025 / KOMISI VI
PARLEMENTARIA, Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan raibnya 147 aset BUMN ID Food senilai Rp3,32 triliun. Menanggapi laporan tersebut,...
Herman Khaeron: Kebijakan Kenaikan PPN Difokuskan untuk Barang Mewah dan Pro-Rakyat
24-12-2024 / KOMISI VI
PARLEMENTARIA, Jakarta - Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen akan mulai berlaku per 1 Januari 2025. Keputusan ini...
Herman Khaeron: Kebijakan PPN 12 Persen Harus Sejalan dengan Perlindungan Masyarakat Rentan
24-12-2024 / KOMISI VI
PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menyoroti pentingnya keberimbangan dalam implementasi kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai...