Yulius Setiarto Dorong Pengembangan Industri Pertahanan Nasional di PT SSE Eka Suryajaya
Anggota Komisi I DPR RI, Yulius Setiarto, saat mengikuti kunjungan kerja ke PT SSE Eka Suryajaya. Foto: Galuh/vel
PARLEMENTARIA, Tangerang - Anggota Komisi I DPR RI, Yulius Setiarto, menyampaikan apresiasinya terhadap kemajuan industri pertahanan yang ditunjukkan oleh PT SSE Eka Suryajaya, sebuah perusahaan swasta di Tangerang. Saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke lokasi tersebut, Yulius mengungkapkan rasa bangganya atas kemampuan anak bangsa dalam mengembangkan inovasi kendaraan taktis dan mendorong kemandirian alat utama sistem persenjataan (alutsista).
“Saya sangat terkesan karena baru mengetahui adanya industri pertahanan swasta di daerah pemilihan saya. Lebih membanggakan lagi, produk yang dihasilkan sepenuhnya adalah karya anak bangsa,” ujar Yulius kepada Parlementaria seusai kunjungan di Tangerang, Banten, Kamis (21/11/2024).
Namun, ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi industri pertahanan, terutama terkait tingginya biaya investasi. Menurutnya, industri ini membutuhkan dukungan yang kuat dari pemerintah dalam berbagai aspek, seperti regulasi, pembiayaan, dan pasar domestik.
“Industri pertahanan memerlukan investasi yang sangat mahal. Jika pemerintah tidak memberikan dukungan serius, perkembangan industri semacam ini akan berjalan lambat. Dukungan regulasi, pendanaan, dan pasar domestik sangat penting untuk percepatan pengembangannya,” tegas politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut.
Selain itu, Yulius mendorong Kementerian Luar Negeri untuk membantu memperluas pasar produk pertahanan Indonesia, terutama di negara-negara yang membutuhkan solusi keamanan dan pertahanan, seperti di Afrika, Asia Tenggara, dan Timor Leste.
“Saya berharap Kementerian Luar Negeri dapat berperan aktif mempromosikan produk industri pertahanan Indonesia, termasuk dari PT SSE Eka Suryajaya, ke pasar internasional. Negara-negara yang masih membutuhkan penguatan industri pertahanan, seperti di Afrika dan Asia Tenggara, bisa menjadi target pasar yang potensial,” tuturnya.
Kunjungan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan berbagai pihak untuk mendorong kemandirian industri pertahanan nasional serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. (gal/aha)