Komisi I Desak TNI dan Polri Ambil Langkah Cepat dan Tegas
Komisi I DPR mendesak Mabes Polri dan TNI segera mengambil langkah cepat dan tegas. TNI dan Polri harus membentuk tim gabungan pencari fakta aksi penyerangan dan pembakaran Kantor Kepolisian Resor (Polres) Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan yang diduga dilakukan oleh Anggota TNI Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) 15/76 Tarik Martapura.
“Kasus tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut dan harus segera ditemukan pangkal sebab serta tindakan hukumnya,” kata Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq, Kamis (7/3).
Komisi I menyesalkan aksi tersebut, yang oleh Anggota TNI adalah tindakan kriminal. "Aksi ini adalah tindakan kriminal yang melibatkan oknum kedua belah pihak. Yang penting fakta harus segera diselidiki bersama dan diambil tindakan hukum tegas," katanya.
Berdasarkan informasi, Anggota TNI dari Armed 15/76-Martapura Baturaja, Sumetera Selatan dengan menggunakan tiga truk dan beberapa motor menyerang dan membakar Polres Oku, Sumsel.
Selain itu, Anggota Komisi I Achmad Daeng Sere kecewa dengan kejadian ini, seharusnya TNI dan Polri mewujudkan rasa aman bagi rakyat. Polri bertugas melayani masyarakat dalam menegakan hukum, TNI menjaga keamanan negara.
Daeng Sere menilai perlu ada peningkatan pembinaan disiplin, mental, dan kepatuhan terhadap TNI dan Polri, apalagi kejadian ini sudah berulang terjadi. “TNI-Polri harus tegas memberikan sanksi kepada anggota yang terlibat penyerangan dan konflik agar kejadian seperti ini ke depan tidak terulang lagi, dan pembinaan mental yang intensif agar anggota TNI-Polri memegang teguh amanat Visi Misi TNI-Polri,” katanya. (as), foto : iw/parle/hr.