Komisi VII Menilai Kinerja PT.Bukit Asam Kurang Optimal

31-01-2011 / KOMISI VII

Komisi VII DPR Menilai kinerja PT. Bukit Asam kurang optimal. Pasalnya produktivitas yang dihasilkan masih sangat rendah dan belum mampu mencukupi kebutuhan berbagai pihak dalam negeri.  Hal ini mengemuka saat Komisi VII dipimpin Ketua Komisi Teuku Riefky Harsa (Fraksi PD) didampingi Wakil Ketua Achmad Farial (Fraksi PPP) RDP dengan Dirut PT.Bukit Asam Sukrisno di Gedung Nusantara I, Jakarta, Senin (31/1)

“Bukit Asam mempunyai sumber daya batubara sekitar 7,29 milyar ton serta memiliki cadangan tertambang 1,99 milyar ton. Tapi pada tahun 2010 hanya menghasilkan 13,1juta ton. Saya melihat tidak ada upaya yang dsiqnifikan,” tukas Anggota Komisi VII Tri Yulianto (Fraksi PD)

Sementara Tri menambahkan, target produksi Bukit Asam untuk tahun 2011 hanya sebesar 17,6 juta ton.  Karena itu, Ia menyarankan pihak Bukit Asam agar membuka diri dengan memberikan peluang kepada investor lain dalam melakukaneksplorasi dan eksploitasi

“Harus ada inovasi, karena ini masih bisa ditingkatkan. Kalau memang merasa tidak sanggup memperluas sendiri buka peluang bagi investor  tetapi control tetap berada ditangan bapak. Ini akan memberikan nilai tambah bagi perusahaan, dari sisi tehnology juga bisa ditingkatkan,” ujarnya

Ia juga mengingatkan, kedepan, PT.PLN (Persero) tidak lagi menggunakan bahan bakar solar, karena itu diharapkan PT Bukit Asam mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, sehingga PLN tidak perlu lagi menjerit untuk memenuhi bahan bakarnya.

 Sementara Anggota lainnya Dewi Aryani Hilman (Fraksi PDI Perjuangan) menyinggung soal laporan keuangan yang dipaparkan PT.Bukit Asam. Menurutnya banyak variable yang tidak dicantumkan dalam laporan tersebut, sehingga perhitungan marginnya tidak dapat diketahui secara rinci

“Kami hanya ingin memberikan memberikan masukan serta solusi terhadap berbagai masalah yang sedang dihadapi PT.Bukit Asam melalui annual report yang bagus. Jangan dikira kami tidak mengerti, laporan keuangan yang dipaparkan hanya  setengah-tengah, tidak lengkap,”  tegas Dewi

“Saya melihat kinerja Bukit Asam tidak bagus. Dari tahun 2008 hingga tahun 2010 kontribusi kepada Pemerintah terlihat naik turun. Variabel pajak dan non pajak juga tidak jelas. Karena itu saya minta hariini juga bapak bisa memberikan laporan keuangan yang lengkap,” kata Dewi  menambahkan

Sementara itu, Dirut PT.Bukit Asam Sukrisno menjelaskan untuk tahun 2011, PT BA menargetkan total produksi sebanyak 17,6 juta ton. Sedangkan, target penjualannya  diharapkan dapat mencapai 16,9 juta  ton.

“Ini jauh meningkat bila dibanding total produksi tahun 2010 yang hanya sebesar 13,1 juta ton dan sebesar 12,9 juta ton untuk total penjualan,” katanya

Sutrisno mengatakan, pihaknya masih terkendala masalah angkutan darat. Saat ini pihaknya telah menjalin kerjasama dengan PT. Kereta Api Indonesia namun itupun tidak berjalan mulus, masalah pembebasan lahan masih terus diupayakan. (sw)/foto:iw/parle.

BERITA TERKAIT
Komisi VII Desak Kemenperin Tingkatkan Daya Saing Industri Kecil dan Menengah
03-02-2025 / KOMISI VII
PARLEMENTARIA, Jakarta – Komisi VII DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka...
Impor AS Diperketat, Kemenperin Perlu Siapkan Insentif Relokasi Industri China
01-02-2025 / KOMISI VII
PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI Ilham Permana menyatakan dukungannya terhadap langkah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam mengantisipasi dampak...
Perampokan Warga Ukraina Harus Jadi Momentum Perbaikan Keamanan Industri Pariwisata Bali
01-02-2025 / KOMISI VII
PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI Ilham Permana menyoroti kasus perampokan brutal terhadap warga Ukraina, Igor Iermakov, oleh...
Novita Hardini Dorong Penanganan Serius Terkait Kelebihan Produksi Semen
25-01-2025 / KOMISI VII
PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menilai sektor semen hingga kini belum sepenuhnya terintegrasi ke dalam...