Komisi VI Harap BUMN Permudah Kredit Untuk UMKM
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Kota Cirebon, Jawa Barat. Foto : Andri/mr
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih berharap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perbankan untuk membantu mempermudah permodalan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ia menyambut gembira pemerintah menurunkan bunga KUR, hal ini agar tidak memberatkan para debitur. Selain itu, pembinaan dan pelatihan dari perbankan kepada pelaku UMKM harus dilakukan agar UMKM ini bisa mengembangkan usahanya.
“Kita tahu sumber daya manusia yang dimiliki UMKM masih sangat terbatas dan pemasaranya pun masih terbatas. Kalau tidak ada pelatihan kepada pelaku UMKM, terkadang salah sasaran. Jadi pelatihan itu misalnya bagaimana pelaku UMKM dapat membuat produknya bisa dijual dan diminati di pasaran,” kata Demer, sapaan akrabnya, saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat (7/2/2020).
Politisi Fraksi Partai Golkar itu menambahkan, setelah dibantu kredit dan pelatihan, BUMN perbankan juga dapat membantu pengemasan dan memasarkan produk yang dihasilkan UMKM. Pemasaran melalui pameran diharapkan dapat mendongkrak penjualan produk UMKM. Menurutnya, dengan mengikuti pameran, para pelaku UMKM dapat mengetahui tren-tren produk terbaru, termasuk melihat perkembangan pangsa pasar.
Untuk itu penting sekali produk UMKM untuk diikutsertakan pameran. Dengan diikutsertakan pameran, selain bisa menjual barang, dia juga bisa melihat pangsa pasar yang ada. Karena pelaku UMKM ini harus mengetahui di mana pangsa pasarnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menekankan agar debitur penerima KUR diperluas penerimanya. Dengan semakin menggeliatnya UMKM di Indonesia, harus ada pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi masyarakat. Demer mengingatkan, pemberian modal memang penting, namun pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai pelaku UMKM juga tak kalah pentingnya agar usahanya bisa laku di pasar.
“Khusus untuk UMKM, permodalan memang penting, tapi pengembangan SDM untuk dilakukan pelatihan itu sangat penting. Karena di dalam proses pengembangan atau pemberdayaan ekonomi itu SDM-nya harus dipersiapkan. Kalau tidak, biasanya modal malah habis begitu saja, karena SDM tidak profesional dalam pengelolaannya. Untuk itu harus ada pendampingan kepada UMKM penerima KUR. Perbankan harus melakukan pembinaan juga mengajak pelaku UMKM untuk mengikuti kegiatan-kegiatan seperti pameran, sehingga dapat memperluas pangsa pasarnya,” harap Demer. (man/es)