Legislator Ajak Masyarakat Jadi Bagian Sosialisasi Bahaya ‘Stunting’

18-12-2021 / KOMISI IX
Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina. Foto: Jaka/Man

 

Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina mengajak seluruh elemen masyarakat jadi bagian sosialisasi bahaya stunting (kekurangan gizi pada anak-anak). Menurutnya, saat sekarang ini semua pihak perlu menyadari bahwa untuk melahirkan generasi-generasi hebat itu dimulai dari hilir dan hulu.

 

“Jadi artinya sebelum mereka menikah, seorang ibu atau calon ibu harus mengecek kondisi kesehatan dia dulu, apakah memang sudah layak untuk dibuahi. Kalau memang ada penyakit, sembuhkan dulu penyakitnya baru kemudian kita serahkan anak kita untuk menikah. Sehingga kemudian nanti generasi-generasi yang akan mereka lahirkan adalah generasi-generasi yang sudah siap,” terang Arzeti kepada Parlementaria, Kamis (16/12/2021).

 

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) itu pun menjelaskan, kalau stunting pada masa lampau akan disebut cebol dan menganggap penyebabnya karena kurang nutrisi. Namun kini, ketika masyarakat memahami ilmunya, masyarakat dapat memahami bahwa pemberian nutrisi yang baik tersebut perlu dimulai dari ibunya. Sebab, persiapan itu perlu dimulai dari menjaga kesehatan alat reproduksi sehingga siap untuk dibuahi.

 

“Pada saat (calon ibu) belum dibuahi, dia (perlu) mempersiapkan rahimnya sehat dahulu, baru kemudian dia menikah. Baru kemudian saat dibahas akan positif (hamil), baru akan kehamilannya dia jaga, dia rawat dan selalu kontrol ke dokter, (termasuk) jaga kesehatan kandungannya,” saran Arzeti.

 

Arzeti pun bercerita, bahwa di dapilnya, Jawa Timur, persentase stunting naik 2 persen menjadi 29 persen dari sebelumnya 27 persen. Namun setelahnya angka kasusnya dapat kembali turun. Menurutnya, keberhasilan penurunan itu tidak lepas dari bergeraknya semua pihak dalam mengatasi stunting.

 

“Semua tangan itu sama-sama bergerak menjadi satu kesatuan. Sebagai seorang pemerintah, bidang eksekutif, legislatif, masyarakat, tokoh masyarakat, ibu-ibu PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), dan juga orang tua yang ada di lingkungan. Itu mereka menjadi bagian untuk terus mensosialisasikan bahaya stunting,” tutupnya. (hal,dty/sf)

BERITA TERKAIT
Virus HMPV Ditemukan di Indonesia, Komisi IX Minta Masyarakat Tak Panik
10-01-2025 / KOMISI IX
PARLEMENTARIA, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh mengapresiasi langkah cepat Kementerian Kesehatan terkait ditemukannya virus Human...
Dukung MBG, Kurniasih: Sudah Ada Ekosistem dan Ahli Gizi yang Mendampingi
07-01-2025 / KOMISI IX
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati, menyatakan dukungannya terhadap implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang...
Nurhadi Tegaskan Perlunya Pengawasan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis
07-01-2025 / KOMISI IX
PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang...
Dukung Program MBG, Legislator Tekankan Pentingnya Keberlanjutan dan Pengawasan
07-01-2025 / KOMISI IX
PARLEMENTARIA, Jakarta – Pemerintah secara resmi meluncurkan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada 6 Januari 2025 di 26 provinsi. Program...