Komisi VI Dukung Pengembangan Bandara Internasional Lombok dan Bandara Sepinggan Balikpapan
Komisi VI DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk melihat progres pembangunan Bandar Udara Internasional Lombok (BUIL). Kunjungan ini merupakan salah satu rangkaian dari 4 objek kunjungan yang dilakukan Komisi VI, yaitu ke Bandara Polonia dan Kuala Namu Deli Serdang Medan, Bandara Ngurah Rai Denpasar, Bandara Internasional Lombok, dan Bandara Sepinggan Balikpapan (22/3).
Sesampainya di Bandara Internasional Lombok, tim dari komisi VI DPR RI langsung melakukan observasi lapangan. Dalam observasi tersebut, tim menemukan beberapa kekurangan pada fisik bangunan Bandara. Pihak PT. Angkasa Pura I yang mengelola Bandara Internasional Lombok menginformasikan adanya permasalahan dengan pihak pengembang sebelumnya. Masalah tersebut dalam proses hukum.
Ketua tim kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR, Erik Satrya Wardhana (F-Hanura) mengatakan, jika sudah masuk ke ranah hukum, Komisi VI turut mendukung proses tersebut. Kepada pihak pengelola bandara Anggota tim Komisi VI, Abdurrahman Abdullah (F-PD), meminta agar memperhatikan pihak UKM yang ada di lingkungan bandara dan memberikan dispensasi biaya penyewaan bagi UKM.
“Dengan adanya Bandara Internasional Lombok ini, diharapkan kapasitas yang ada juga harus internasional, seperti kapasitas keamanan bandara. Selain itu, hendaknya PT Angkasa Pura memberikan dispensasi biaya penyewaan tempat bagi UKM.” Ujar Politisi Partai Demokrat ini.
Tim kunjungan kerja spesifik komisi VI ke Lombok di pimpin oleh Erik Satrya Wardhana (F-Hanura), dengan anggota: Adi Putra Darmawan Tahir (F-PG), Emil Abeng (F-PG), Atte Sugandi (F-PD), Lukman Hakim (F-Gerindra), Chandra Tirta Wijaya (F-PAN), Idris Sugeng (F-PD), dan Abdurrahman Abdullah (F-PD).
Bandara Sepinggan, Balikpapan Sementara itu, rombongan tim kunjungan kerja spesifik Komisi VI ke Bandar Udara Sepinggan, Kalimantan Timur, juga mendukung perluasan bandara tersebut, mengingat banyaknya penumpang dan padatnya arus transportasi udara yang melalui bandara
tersebut. Hal itu diungkapkan ketua tim kunjungan kerja Spesifik komisi VI DPR RI ke Kalimantan Timur, Ibnu Munzir (F-PG), Kamis (22/3).
Dirut PT Angkasa Pura I, Tommy Soetomo mengatakan, masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi. Mulai dari fasilitas umum, gedung parkir, infrastruktur, serta fasilitas penunjang lainnya. Pihak Pemerintah Provinsi Balikpapan pun mendukung penuh mengenai masalah perizinan. Tim kunjungan kerja spesifik Komisi VI melakukan peninjauan langsung ke Bandar Udara Sepinggan untuk melihat langsung kondisi lapangan. Diperkirakan, proyek perluasan Bandar Udara Sepinggan akan selesai pada bulan Oktober 2013.
Kunjungan spesifik anggota komisi VI DPR RI dipimpin oleh Ibnu Munzir (F-PG) dengan anggota: Pasha Ismaya Sukardi (F-PD), Azam Azman Natawijaya (F-PD), Hari Kartana (F-PD), Lili Asdjudiredja (F-PG) serta Nanang Sulaeman (F-PPP). (Ry.Wrj.Tvp)