Husein Fadlulloh Harap Proyek KCJB Dapat On The Track

10-11-2022 / KOMISI VI
Anggota Komisi VI DPR RI Muhammad Husein Fadlulloh saat Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Foto: Oji/nr

 

Anggota Komisi VI DPR RI Muhammad Husein Fadlulloh menekankan permasalahan yang ada dalam proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) diharapkan kedepannya tidak terulang kembali. Hal ini menyangkut permohonan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk  proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) tahun 2022 sebesar Rp3,2 triliun rangka pemenuhan permodalan porsi Indonesia atas cost overrun proyek KCJB tersebut.

 

Demikian mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) membahas mengenai pendalaman tambahan PMN Tunai tahun 2022, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (9/11/2022).

 

"Karena kalau tadi kita bicara di belakang bahwa ada hal-hal yang memang dari mulai secara teknikal dari pembahasan awal sampai hari ini, memang ada hal-hal yang sebetulnya bisa dicegah dan bisa itu tidak terjadi kalau memang teman-teman dari PT KAI ataupun KCIC juga ikut betul-betul memberikan kontribusi dan memberikan masukan yang benar terhadap proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung ini," ujar Legislator Dapil Jawa Barat XI tersebut.

 

Kemudian, Husein juga berharap apa yang telah perhitungkan dalam pembangunan proyek tersebut benar-benar dapat dijalankan on the track dan berdasarkan perhitungan yang sebenarnya. "Jangan sampai ini ada miss lagi, (jangan sampai) nanti biaya cost overrun yang telah direview pada hari ini itu berubah, nanti pada saat beberapa tahun kedepan akan menjadi bengkak lagi," tegasnya.

 

Selain itu, Politisi Fraksi Partai Gerindra ini juga mengingatkan perihal target market yang nantinya ditargetkan untuk KCJB. Menurutnya, saat ini market share yang paling besar saat ini adalah di tingkat middle to low income. Untuk itu, ia mengingatkan agar nantinya tiket yang dibebankan kepada penumpang dapat mengikuti market share tersebut.

 

"Jangan lupa juga bahwa nanti Gen Y ini yang akan membumingkan apabila ini berhasil, kalau tidak berhasil, Gen Y juga yang akan membumingkan. Jadi saya betul-betul berharap proyek ini paling tidak harus bisa berjalan dulu dengan baik seperti yang telah di-timeline kan dan saya berharap tidak ada lagi nanti alasan-alasan," jelasnya. (bia)

BERITA TERKAIT
Asep Wahyuwijaya Sepakat Perampingan BUMN Demi Bangun Iklim Bisnis Produktif
09-01-2025 / KOMISI VI
PARLEMENTARIA, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana akan melakukan rasionalisasi BUMN pada tahun 2025. Salah...
147 Aset Senilai Rp3,32 T Raib, Komisi VI Segera Panggil Pimpinan ID FOOD
09-01-2025 / KOMISI VI
PARLEMENTARIA, Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan raibnya 147 aset BUMN ID Food senilai Rp3,32 triliun. Menanggapi laporan tersebut,...
Herman Khaeron: Kebijakan Kenaikan PPN Difokuskan untuk Barang Mewah dan Pro-Rakyat
24-12-2024 / KOMISI VI
PARLEMENTARIA, Jakarta - Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen akan mulai berlaku per 1 Januari 2025. Keputusan ini...
Herman Khaeron: Kebijakan PPN 12 Persen Harus Sejalan dengan Perlindungan Masyarakat Rentan
24-12-2024 / KOMISI VI
PARLEMENTARIA, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menyoroti pentingnya keberimbangan dalam implementasi kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai...